Software Pulsa Tiger Engine
Kiswara

Penggunaan Multitester Digital

Discussion in 'Elektronika Handphone' started by dj.orion, Nov 15, 2008.

  1. dj.orion

    dj.orion Super Moderators Super Moderator

    Messages:
    3,109
    Likes Received:
    5,130
    Trophy Points:
    123
    [​IMG]
    Credit to Hawkin


    Menggunakan Multitester sebagai Volt Meter


    Pasang Kabel hitam ke COM (Ground), dan pasang Kabel Merah ke Lubang paling kanan (V/Ohm).
    Tentukan object pengukuran, misalnya akan mengukur battere Nokia yang berkapasitas 3,7V.
    Lihat skala pada Multitester pd bagian V (Volt) ada dua yaitu:
    DC Volt -- (Tegangan searah) : Tegangan Batere, Teg. Output IC Power, dsb (Terdapat Polaritas + dan -)
    AC Volt ~ (Tegangan Bolak Balik) : Tegangan PLN, dan sejenisnya.

    Umumnya yg digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran ponsel, dll dipilih yg DC Volt --

    Setelah dipilih skala DC Volt, ada nilai2 yang tertera pada bagian DC Volt tsb. Contoh:
    200mV artinya akan mengukur tegangan yang maximal 0,2 Volt
    2V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 2 Volt
    20V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 20 Volt
    200V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 200V
    750V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 750V


    Gunakan skala yang tepat utk pengukuran, misal Battere 3,6 Volt gunakan skala pada 20V. Maka hasilnya akan akurat misal terbaca : 3,76 Volt.

    Jika menggunakan skala 2 V akan muncul angka 1 (pertanda overload/ melebihi skala)
    Jika menggunakan skala 200V akan terbaca hasilnya namun tidak akurat mis terbaca : 3,6V atau 3,7 V saja (1digit belakang koma)
    Jika menggunakan 750V bisa saja namun hasilnya akan terbaca 3 atau 4 volt (Dibulatkan lsg tanpa koma)

    Setelah object pengukuran sudah ada, dan skala sudah dipilih yang tepat, maka lakukan pengukuran dengan menempelkan kab el merah ke positif battere dan kabel hitam ke negatif batere. Akan muncul hasil pengukurannya.

    Jika kabel terbalik hasilnya akan tetap muncul, namun ada tanda negatif didepan hasilnya. Beda dengan Multitester Analog. Jika kabel terbalik jarum akan mentok kekiri.

    NB : jika Multitester ada tombol DH, artinya Data Hold. Jika ditekan maka hasilnya akan freeze, dan bisa dicatat hasilnya.

    Menggunakan Multitester sebagai pengukur kapasitas Condensator

    Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867).
    Kondensator kini juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini.
    Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya.
    Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore", seperti bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.

    Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
    Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).

    Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).

    Satuan dalam kondensator disebut Farad. Satu Farad = 9 x 1011 cm² yang artinya luas permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 106 mikroFarad (µF), jadi 1 µF = 9 x 105 cm².
    Satuan-satuan sentimeter persegi (cm²) jarang sekali digunakan karena kurang praktis, satuan yang banyak digunakan adalah:

    * 1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
    * 1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
    * 1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
    * 1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
    * 1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)


    Langkah pengukuran :
    1. Pilih Skala bagian F dan pilih skala yg sesuai.
    2. maka nilai yg tampil adalah nilai kapasitas kondensator tsb dgn satuan Farad atau Mikro Farad (10 pangkat -6) atau Nano Farad (10 pangkat -9) atau Piko Farad (10 pangkat -12) Farad.

    Menggunakan Multitester Digital sebagai Pengukur Jalur (Kontinuitas)
    1. Pilih Skala Buzzer, yang ada icon Sound atau ada LED nya. Jika kabel tester Merah dan hitam ditempelkan langsung maka Multitester akan berbunyi pertanda jalur OK. Tanpa hambatan (<50 Ohm).
    2. Pilih object pengukuran. Misal akan mengukur jalur Power ON dari IC UEM kaki P7 ke Switch On off. Tempel salah satu kabel (bebas yg mana aja) ke kaki Switch ON Off, satu lagi ke kaki IC UEM P7 atau capasitor terdekatnya. Jika bunyi maka pertanda jalur bagus dan terhubung. Jika tidak bunyi, coba apakah sudag benar letak pengukurannya. Jika sudah dipastikan jalur putus dan harus di jumper.

    [/COLOR][/SIZE][/FONT]
    Menggunakan Multitester sebagai pengukur arus rangkaian

    1. Pindahkan kabel merah ke 20A. Dan kabel hitam tetap di COM (ground). Dipilih lobang 20A karena akan mengukur arus yg > 0,2 A.
    Misalnya akan mengukur arus pengisian battere. Salah satu cara antara lain salah satu kabel charger dipotong. Dan masing
    2. Kabel ditempelkan ke kabel merah & kabel hitam Multitester. Lakukan pengukuran saat ponsel dicharger. Misalnya nilai yg tertera 0,725 berarti arus pengisian sebesar 0,725 A alais 725 mA.

    Atau mencabut Sekring (Fuse) lalu tempelkan masing kabel ke masing-masing kutub sekring pada PCB. Lalu ukur hasilnya.

    Mengukur Batere Lithium Original atau Palsu.
    1. Kabel Merah tetap di 20A, kabel hitam di GND.
    2. Skala tetap di 20A
    3. Tempel kabel Merah di + batere
    4. Tempel kbl hitam di - batere
    5. lihat hasil yg muncul :
    Jika secara refleks, menunjuk ke angka tertentu dan kembali ke Nol, pertanda Batere Lithium asli.


    Jika hasilnya menunjuk ke angka tertentu, dan stabil. Pertanda Batere Lithium palsu, dan segera cabut kabel dari Batere. Karena Batere akan menjadi panas.. karena didalamya tidak ada rangkaian pengontrolnya.

    Untuk Batere lithium asli, walaupun kbl ditempel terus ke batere, tdk masalah...

    Makanya sering ponsel panas atau bahkan meledak saat dicharging. Karena menggunakan Batere Lithium palsu, yang tidak ada rangkaian pengontrolnya. Sehingga saat batere penuh, sensor BTEMP tidak bekerja. Maka batere yang telah penuh tersebut akan terus terisi sehingga menjadi panas panas dan akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan pada ponsel, atau bahkan bisa saja batere menjadi kembung dan dapat meledak.

    Oleh karen itu gunakan selalu batere yang asli Lithium yang mengandung IC Pengontrol short Circuit didalamnya.

     
    Last edited by a moderator: Jan 11, 2012
    zen01, jenoz, lenskies and 59 others like this.

    Mobile Connection
  2. djisamsoe

    djisamsoe New Member

    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Mantabs Bos Orion ......
    Tapi saya pake Multitester Analog dan ga ada bagian untuk ngukur nilai kondensatornya. Gimana cara ngecek kondensator ponsel masih baik ato nggak menggunakan multitester analog yg saya miliki ?
    Trus qlo mo ngukur arus di analog multitester saya gimana...... ga ada lubang 20A seperti pd multitester digital tsb ?
    Lalu yang dimaksud sensor BTEMP itu apa ?

    Maaf banyak tanya, daripada banyak ga tau .... mending nanya

    Pasti rekan2x yang lain banyak yg bisa dan paham penggunaan yg saya tanyakan ini ....
    Mohon petunjuk rekan2x semua ya .....
     

    Asisten VRE
    Kiswara Modem
  3. gone_bdg

    gone_bdg Super Moderators Super Moderator

    Messages:
    1,864
    Likes Received:
    3,440
    Trophy Points:
    0
    Pada Multitester Analog yang tidak ada fungsi pengukuran Nilai Kapasitansir, maka Anda tidak dapat mengukur nilai kapasitansi (dalam satuan farad) suatu kodensator. Namun melihat dari fungsi kodensator itu sendiri (menyimpan tegangan listrik) maka Anda dapat melakukan pemeriksaan apakah suatu kodensator masih baik atau sudah rusak melalui fungsi OHM Meter nya.

    Sesungguhnya, saat fungsi OHM Meter dijalankan maka probe mulititester mengeluarkan tegangan yang kecil (1,5 volt ). Nah hal ini selanjutnya dapat digunakan utk mengetahui kondisi kodensator.

    Atur selektor multitester pada OHM Meter skala x1 dan hubungkan probe (+) & (-) ke ke-2 kaki kodensator, maka jarum multitester akan bergerak searah jarum jam (proses penyimpanan tegangan) lalu secara perlahan bergerak berlawanan arah jam (proses pelepasan/bocoran tegangan). Hal ini menandakan bahwa kodensator POLAR tersebut masih baik, karena masih dapat menyimpan tegangan dan kemudian melepaskan tegangan tersebut (karena adanya beban yaitu rangkaian multi tester itu sendiri)

    Pada pemeriksaan kodensator non polar, saat probe (+) & (-) multitester dihubungkan ke kaki kodensator maka jarum multitester akan bergerak searah jarum jam kemudian berhenti.Dan jika kita hubung singkatkan kaki-kakinya pada saat probe multitester masih terhubung (memberikan beban pada kodensator agar terjadi bocoran tegangan simpan), maka sesaat kemudian jarum multitester akan bergerak berlawanan arah jam. Jika hasilnya demikian maka kodensator polar ini masih baik

    Untuk mengukur arus listrik pada suatu rangkaian dengan menggunakan Multitester Analog, Anda pilih fungsi Ampere Meter dengan skala yang sesuai. Kemudian probe (-) multitester dihubungkan ke rangkaian elektronik sedangkan probe (+) di hubungkan ke sumber tegangan (+) yang ditujukan ke rangkaian elektronik tersebut. Maka selanjutnya Anda akan melihat besaran arus listrik yang mengalir masuk ke rangkaian tersebut.


    Mengenai BTEMP, silahkan baca-baca selengkapnya klik disini : Baterai Ponsel ... Oh baterai ponsel :D
     
  4. marhabansa

    marhabansa New Member

    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    thanks bro..
     
  5. toypramadewa

    toypramadewa New Member

    Messages:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    thanks boss....training trus dong....solder menyolder blommm neh...:D
     

    aa-pulsajaya
  6. R124L

    R124L New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    0
    Trims...............
     
  7. aurora

    aurora New Member

    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    MANTAP BRO.............:rock::rock::rock::rock::):D;):p::blah::eek::rolleyes::peace::clap::thumb:
     
  8. cepi

    cepi New Member

    Messages:
    7
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    waduh puas aku bisa gabung disini orang2nya baik -baik penjelasannya muantab kayak bapak guru SD......:)tank you
     
  9. enon

    enon New Member

    Messages:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Untuk mengukur atao mengecek -/+ lampu/led pada handphone multitester manual maupun digital harus ada setelan X1 nya, karena tidak semua multitester memiliki setelan X1. Begitu kita mendapatkan -/+ nya maka lampu/led akan menyala. Khusus bagi yang belum ngerti:confused::confused::confused:
     

  10. Heru Service

    Heru Service New Member

    Messages:
    73
    Likes Received:
    66
    Trophy Points:
    0
    maaf, bos. tester digital tdk ada setelan x1 ohm. lampu juga tidak bisa nyala dgn digital. 1x ohm hanya ada di analog
    buat ukur-ukur lebih enak menggunakan digital
     
  11. harieza

    harieza New Member

    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    :) wah sip banget:):clap::clap::clap::clap::clap::clap:
     
  12. Hawkins

    Hawkins New Member

    Messages:
    1
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    0
    Pada Multitester Analog, dari kabel hitam keluar tegangan +3,2V saat x1, +3,0V saat X10, 2,8V saat x100.

    Sedangkan pd Multitester Digital saat skala Continuitas, dari kbl merah keluar tegangan +2,6V

    Oleh karena itu LED dpt menyala jika diukur dgn Multitester Analog x1 atau x10

    Sedangkan dgn Multitester digital tdk bisa menyala karena kurang tegangan.
     
    joeyajah, rudifast and dj.orion like this.
  13. noorwan fahmy

    noorwan fahmy Active Member

    Messages:
    119
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    38
    thanks to orion:D:thumb::rock:
    kayaknya saya ga perlu kursus lagee neeh
     
  14. rieef

    rieef New Member

    Messages:
    11
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    brati enaknya punya dua tester

    gk pusing2 amat :D :D :D

    hanya usulan bos

    makasih bgt
     
  15. rudifast

    rudifast TALK LESS DO MORE Product Supporter

    Messages:
    1,512
    Likes Received:
    6,009
    Trophy Points:
    0
    Avo Analog yg bagus menggunakan Sumber tegangan ganda yakni baterai baterai (2x1,5) 3 Volt+ 9 Volt agar tegangan yg dihasilkan Stabil saat melakukan pengukuran Ohm ,ampere,serta voltase .

    Avo Digital yg Bagus menggunakan sumber tegangan 3 Volt ,dan saat di hubungkan kutub (+) dengan (-) pada skala kontinuitas(lambang dioda) maka angka yg dihasilkan dilayar 0.01 jika >0.01 maka ada pergeseran skala yg akan menyebabkan kesalahan pengukuran ohm dan lainnya.
     
    zen01, sapta and njum like this.
  16. vicarm

    vicarm New Member

    Messages:
    135
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    0
    mantap om, sy selalu mengikuti penjelasannya. tks b4:thumb:
     
  17. wini2727

    wini2727 New Member

    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    wah dapet pencerahan nih........thx...banget buat share ilmunya......
     
  18. Rudal76

    Rudal76 New Member

    Messages:
    148
    Likes Received:
    32
    Trophy Points:
    0
    hebat and sip bosssssssssssssssssssssss
     
  19. hsc_purwodadi

    hsc_purwodadi New Member

    Messages:
    108
    Likes Received:
    26
    Trophy Points:
    0
    boleh tanya bos ??? :D
    kalau untuk pengukuran tahanan dioda seperti di tread ini

    (http://forum.djawir.com/nokia-hardware-46/share-kasus-nokia-dg-analisa-n-solusi-18788/index4.html)

    ada nilai2 spti ini :
    1 n 2 ---> NA
    3 ---> 0.585
    4 ---> 0.220
    5 ---> 0.576
    6 ---> Ground
    7 ---> 0.585
    8 ---> NA

    gmna cara penggunaan tester digital untuk pembacaan nilai tahanan diodanya
    soalnya aku bingung caranya
    utk tester di pilih pada skala apa n cara peletakan probe tester nya gmn
    maaf kalau agax konyol
    coz ak newbie banget buat masalh spt ini
    :sorry:
     
  20. tekex1

    tekex1 New Member

    Messages:
    16
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    bos gone emang muanteb bgt...... ane jd tambah pinter deh....:rock::rock:
     

Share This Page