Kisah Si Penjual Sepeda

Discussion in 'Out of Topic' started by prima_cell, Feb 7, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. prima_cell

    prima_cell Moderator Moderator

    Messages:
    1,321
    Likes Received:
    3,942
    Trophy Points:
    123
    Pada suatu masa di negeri antah berantah, muncul sebuah perusahaan yang melakukan praktek penjualan licik. Caranya bermula dengan suatu iklan di koran ataupun di majalah:
    HARGA SEPEDA ISTIMEWA
    DAPATKANLAH DENGAN HARGA 10 DOLLAR
    bukan 50 dollar
    JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN INI
    MINTALAH KETERANGAN CUMA-CUMA
    KEPADA KAMI:
    ……………………….
    Tentu saja banyak orang menaruh hati pada iklan itu. Mereka meminta keterangan persyaratannya. kemudian katalogpun dikirimkan.
    Apa yang diperoleh mereka atas 10 dollar bukanlah sebuah sepeda, melainkan 4 kupon untuk dijual pada temannya dengan harga 10 dollar setiap kupon. Jadi, bila dia dapat mengumpulkan 40 dollar untuk diserahkan ke perusahaan itu maka sebuah sepeda memang didapatkannya. Dengan demikian, orang itu memang hanya membayar 10 dollar, sisanya 40 dollar berasal dari kantong orang lain. Tak pelak selain membayar 10 dollar dia harus mencari orang yang bersedia membeli 4 kupon itu, nampaknya memang tidak memerlukan ongkos tambahan.
    Apa arti kupon itu sehingga ada orang yang mau membeli seharga 10 dollar? Dia sendiri membeli hak untuk menukar kupon ini dengan 4 kupon serupa. Pemilik-pemilik kupon yang baru, akan menerima 4 kupon untuk penyebaran selanjutnya.
    Sepintas tak ada kelicinan dalam aturan permainannya. Perusahaan selalu memegang janji, sepeda itu sungguh-sungguh dapat dibeli seharga 10 dollar. Demikian juga perusahaan tidak mengalami kerugian, perusahaan selalu menerima harga penuh sebuah sepeda, yaitu 50 dollar.
    Akan tetapi, cara ini adalah jelas sebuah kelicikan. Karena keranjingan ini menyebabkan kerugian pada sebagian orang yang tidak dapat menjual kuponnya. Orang-orang inilah yang membayar kekurangannya. Cepat atau lambat, suatu saat para pemegang kupon merasa tidak mungkin menjual kupon itu lagi. Kita bisa hitung bertambahnya para pemegang kupon secara pesat.
    Kelompok pembeli pertama, yang menerima kupon langsung dari perusahaan, biasanya tak mengalami kesulitan mencari pembeli (4 partisipan baru). Kelompok selanjutnya harus menjual kupon mereka pada 16 orang yang lain (4 x 4), dan untuk menjualnya mereka harus meyakinkan pembeli. Kita anggap saja mereka berhasil membujuk 16 partisipan, maka mereka ini harus menyebarkan kepada 16 x 4 = 64 partisipan yang lain.
    Jadi dari 1 pembeli langsung telah diperoleh 1 + 4 + 16 + 64 = 85 partisipan, 21 di antaranya menerima sepeda, sedangkan 64 orang sisanya diberikan harapan menerima sepeda, sebuah harapan yang harus dibayar 10 dollar untuk sebuah sepeda :).
    Cakupan wilayah penjualannya kian menyempit dan telah makin menyusup ke semua sudut negeri, sehingga makin sulit menemukan prospek baru. Enam puluh empat partisipan baru itu harus menjual kuponnya kepada 256 korban baru, yang pada giliran selanjutnya harus menjual pada 1024 orang. Dalam sekejap sebuah kota kecil di negeri itu pun kebanjiran kupon.
    Tawaran itu telah menyeret kian banyak orang ke dalam ngarai yang tak berlembah. berikut ini adalah “kedalaman ngarai” itu:
    1
    4
    16
    64
    256
    1024
    4096
    16384
    dan seterusnya
    Jika di kota kecil itu cukup banyak pengendara sepedanya, misalnya ada 21845 orang, maka demam itu akan melanda kota dalam 8 putaran saja. Pada saat itu semua orang telah terseret, namun hanya ¼ nya memperoleh sepeda, sisanya hanya akan menjadi “pemilik masa yang abadi”, karena pasti tak akan sanggup menjual kupon-kupon tersebut.
    Meskipun kota terpadat di dunia sekalipun, ambang kejenuhannya akan segera tercapai, karena piramida bilangan di atas sangat pesat pertumbuhannya. “Otak yang kurang sehat” akan menjadi penjual sukarela tanpa hasil.
     
    Last edited by a moderator: Feb 7, 2009
  2. dj_bedhol

    dj_bedhol Moderator Moderator

    Messages:
    374
    Likes Received:
    339
    Trophy Points:
    73
    Ini baru sepeda ya om,bagaimana dengan bentuk yg lain.:D
    Kelihatan nya memang simple,padahal ini bentuk yg rumit.:confused:
     
  3. prima_cell

    prima_cell Moderator Moderator

    Messages:
    1,321
    Likes Received:
    3,942
    Trophy Points:
    123
    Yup...system penjualan yang demikian sering kita jumpai dalam kehidupan sehari2 bos..yang selalu berkedok jual produk..:D
     
  4. admin

    admin Administrator Staff Member Administrator

    Messages:
    2,397
    Likes Received:
    2,624
    Trophy Points:
    123
    model seperti sekarang sering di temui di program CEPAT KAYA :blah:

    contoh iklan nya seperti ini "Miliki kebebasan finansial hanya dengan modal xxrb, jutaan rupiah masuk ke rekening anda tanpa anda duga"
     
  5. MMMS

    MMMS Moderator Moderator

    Messages:
    974
    Likes Received:
    1,176
    Trophy Points:
    103
    :D:D kl jual Mobil RINCIAN NYA gimana :D:D
     
  6. prima_cell

    prima_cell Moderator Moderator

    Messages:
    1,321
    Likes Received:
    3,942
    Trophy Points:
    123
    Model seperti yang bos utarakan adalah model yang paling baru..tapi intinya tetap pada orang-orang yang berada di level atas bisa menikmati hasilnya, karena itulah mereka sering berkata: “Kalau saya bisa, Anda pun bisa!”.

    Wah, kalo rinciannya pasti sama lah bos..:D

    Cz itu hanya produk yang sebenarnya menurut mereka sendiri ga ada nilainya..masalahnya mereka ga jual produk, tapi cari orang sebanyak mungkin, hingga tersusun piramida yang tinggi...semakin tinggi piramida terbentuk semakin banyak duit..:D..tapi semakin banyak orang yang susah..:(

    Kata orang jawa, "arep munggah kudu mancal kancane"
     
  7. BadBoys77

    BadBoys77 Moderator Moderator

    Messages:
    642
    Likes Received:
    1,816
    Trophy Points:
    0
    emang sekarang banyak bentuk penawaran seperti ini,yg intinya memaksa ke setiap new entry untuk memasarjan produk mereka.yach mungkin sekalian mengirit biaya promosi..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page