Software Pulsa Tiger Engine
Kiswara

ask???rumus lilitan transformator

Discussion in 'Elektronika Umum' started by beni_joss, Jun 13, 2009.

  1. beni_joss

    beni_joss New Member

    Messages:
    307
    Likes Received:
    131
    Trophy Points:
    0
    tuk semuanya yang bisa tolong bagi2 ilmunya tentang cara/perhitungan melilit sebuah trafo sendiri.
    aq mu bikin trafo dengan input 12V dan output 120V(5A) gimana ya cara menghitung besar kawat email?jumlah lilitan dll.
    thanks sebelumnya
     

    Mobile Connection
  2. CyRuS AddicTeD

    CyRuS AddicTeD New Member

    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Rumus = Np/Ns=Vp/Vs=Is/Ip

    Np=lilitan primer
    Ns=lilitan sekunder
    Vp=Beda potensial primer
    Bs=Beda potensial sekunder
    Is=Kuat arus sekunder
    Ip=Kuat arus primer

    Pelajaran SMP Kleas 3. Hehehe...:flame:
     

    Asisten VRE
    Kiswara Modem
  3. beni_joss

    beni_joss New Member

    Messages:
    307
    Likes Received:
    131
    Trophy Points:
    0
    ya bos!q jg nyampek situ aja ngitungnya.yg jadi permasalahan besar kawat n jumlah lilitannya biar outputnya bener2 120v5A?q dulu pernah dikasih tau cara ngitungnya tp da lupa.
     
  4. gone_bdg

    gone_bdg Super Moderators Super Moderator

    Messages:
    1,864
    Likes Received:
    3,440
    Trophy Points:
    0
    PERENCANAAN PENGGULUNGAN

    TRANSFORMATOR
    Transformator adalah suatu alat untuk memindahkan daya listrik arus bolak – balik dari suatu rangkaian ke rangkaian lain secara induksi electromagnet.

    [​IMG]
    Suatu transformator terdiri dari 2 buah kumparan (gulungan) kawat email. Kumparan pertama disebut gulungan primer dan kumparan yang kedua disebut sekunder.
    Bahan – bahan yang diperlakukan untuk menggulung suatu transformator antara lain :

    a. Kern
    Kern atau teras besi lunak yang terbentuk dari kumparan besi lunak yang mengandung silicon yang berbentuk seperti

    huruf E dan I



    [​IMG]

    b. Koker
    Koker atau rumah atau tempat mengulung kumparan primer dan sekunder

    [​IMG]

    c. Kawat email
    Kawat email yang terbuat dari tembaga yang dilapiskan bahan isolasi yang tahan panas.

    Penentuan Gulungan atau volt
    Pada system penggulungan trafo biasa terjadi penyimpangan kerugian Seperti kerugian kawat email dan kurang panas tidak diperhitungkan. Kerugian seperti ini sekitar 20% sampai 30% dari tembaga gulungan Primer.
    Apabila kita ingin merencanakan gulungan sekunder 100 watt,maka Tenaga primer harus lebih 20% sampai 25% dari tenaga sukunder. Yang harus selalu diingat bahwa setiap kali tegangan gulungan Sekunder diberi beban tegangannya akan turun.
    [​IMG]

    Keterangan :
    I2 =arus yang mengalir ke beban
    E1=tegangan gulungan primer dari PLN
    E2=tegangan gulungan sekunder
    Dinegara kita tegangan listrik berfrekuensi sekitar 50 sampai 60 Circle/second oleh sebab itu untuk menghitung gulungan pervolt kita.

    Dapat memakai rumus:
    Circle per second x 1 gulungan
    Keliling besi kern untuk koker

    Untuk menghindarkan panasnya transformator tenaga kita dapat memakai standar 56 circle/second sebagai dasar perhitungan
    Jadi rumus perhitungan jumlah gulungan per volt:

    56 x 1 gulungan
    Keliling besi kern untuk koker


    GULUNG PER VOLT
    Yang dimaksud dengan gulungan per volt yaitu sejumlah gulungan kawat yang disesuaikan untuk tegangan sebesar 1 Volt.
    Untuk menetapkan besar jumlah gulung per volt dipakai ketentuan :


    Rumus : gpv = f / O
    Dimana
    Gpv = jumlah gulang per volt
    f = frekuensi listrik (50 Hz)
    O = luas irisan teras diukur dengan cm. (hasil kali dari lebar dan tinggi tempat gulungan

    Contoh 1 :
    Sebuah tempat gulung kawat transformator mempunyai ukuran lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 cm. Besar jumlah gulungan per volt :
    Jawab :

    gpv = f / O
    f = 50 Hz
    O = 2,5 x 2 = 5 Cm2
    gpv = 50 / 5
    = 10 gulung / volt

    (setiap 10 lilitan kawat berlaku untuk tegangan sebesar 1 volt)

    Contoh 2 :
    Dibutuhkan sebuah transformator dengan tegangan 220 V untuk gulung primer dan tegangan 6 V digulungan sekundernya, lebar tempat gulungan kawat 2,5 cm dan tinggi 2 cm. Berapa jumlah gulungan atau banyaknya lilitan untuk kawat primer dan sekunder.
    Jawab :
    O = 2,5 x 2 = 5 cm2
    gpv = 50 / 5 = 10

    Jadi untuk gulung primer dibutuhkan sejumlah 220 x 10 = 2200 lilitan. Untuk gulungan sekunder dibutuhkan 6 x 10 = 60 lilitan. Mengingat selalu adanya tenaga hilang di tansformator jumlah lilitan digulungan sekunder ditambahkan 10% = 60 +6 = 66 lilitan.
    Dengan jumlah lilitan tersebut diatas maka bila gulung primer dihubungkan kepada tegangan listrik jala – jala sebesar 220 V, gulungan sekundernya menghasilkan tegangan sebesar 6 volt.


    GARIS TENGAH KAWAT
    Garis tengah atau tebal kawat tembaga menentukan kemampuan kawat dilalui arus listrik. Bila listrik yang mengalir didalam kawat melebihi kemapuan dari kawat akan mengakibatkan kawat menjadi panas dan jika arus yang melalluinya jauh lebih besar dari kemampuan kawat , kawat akan terbakar dan putus.

    Mod.Note: Original articel by midaselnica on Senin, 2009 April 06
     
    Last edited by a moderator: Jun 14, 2009
    phonsel kita, mamuk, ruhiyadi and 2 others like this.
  5. gone_bdg

    gone_bdg Super Moderators Super Moderator

    Messages:
    1,864
    Likes Received:
    3,440
    Trophy Points:
    0
    Tabel garis tengah kawat

    [​IMG]

    Contoh 3:
    Suatu alat memakai alat tenaga listrik 400 Watt dipasang pada tegangan 20 V. Untuk menghubungkan alat tersebut ke sumber aliran dibutuhkan kawat yang bergaris tengah :
    W = 400 Watt
    E = 200 Volt
    I = W/E I = 400/200 I = 2 Ampere

    Agar mampu dilewati arus sebesar 2 A dipakai kawat dengan ukuran garis tengah 1 mm. Transformator jala-jala umumnya mempunyai gulungan yang bercabang guna menyesuaikan
    tegangan.


    Contoh perencanaan mengulung trafo :
    Perencanakan sebuah transformator jala-jala dengan data-data sebagai berikut:
    Teras besi yang dipergunakan mempunyai lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 Cm. Dikehendaki gulung primer untuk dipasang pada tegangan 110 V atau 220 V dan gulung sekunder yang menghasilkan tegangan 6 V dan 9 V, yang menghasilkan arus 500 mA.
    Tentukan berapa jumlah gulung primer dan gulung sekunder beserta cabang - cabangnya. Berapa ukuran tebal kawat yang dibutuhkan.
    Pemecahannya:
    0 = 2,5 x 2 = 5 Cm2.
    gpv = 50/5 = 10.
    Jumlah gulungan primer untuk 110 V: 110 X 10 = 1100 lilitan
    Jumlah gulung primer untuk 220 V: 220 X 10 = 2200 lilitan.
    Jumlah gulungan sekunder untuk 6 V: 6 X 10 = 60 lilitan + 10% = 66 lilitan.
    Jumlah gulungan sekunder untuk 9 V: 9 X 10 = 90 lilitan + 10% = 99 lilitan.

    [​IMG]
    Cara menggulung kawatnya untuk tegangan 110 V dan 220 V tidak digulung sendiri-sendiri, tetapi cukup mencabang sebagai berikut: digulung dulu sebanyak 1100 lilitan untuk 110 V, kemudian ujung dari akhir gulungan disalurkan keluar sebagai cabang untuk kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan lagi untuk tegangan 2200 V.
    Demikian halnya digulung sekunder: kawat digulung dulu sebesar 66 lilitan untuk tegangan 6 V kemudian di cabang, untuk kemudian ditambah gulungan lagi sebesar 33 lilitan buat tegangan 9 V.
    Selanjutnya untuk menentukan tebal atau diameter kawat digulung primer dan digulung sekunder dilakukan sebagai berikut:
    Tebal kawat sekunder:
    Karena gulung sekunder telah ditentukan mempunyai besar arus 500 mA diperlukan kawat yang mempunyai diameter 0,5 mm (dilihat di daftar tebal kawat)

    Tebal kawat primer:
    Untuk menentukan tebal kawat untuk kawat gulungan primer harus diketahui besar arus primer.
    Besar arus primer: II = WL/EI
    II = besar arus primer.
    WL = tenaga digulung primer.
    EI = tegangan primer.

    Karena besar tegangan primer juga belum diketahui, maka dapat ditentukan dengan memakai
    RUMUS :W1 = 1,25 X W2 (rendemen dianggap 80%)
    W1 = besar tegang digulung primer
    W2 = besar tegangan digulung sekunder.

    Besar tegangan sekunder W2 = E2 X 12.
    W2 = tegangan sekunder.
    E2 = tegangan sekunder.
    Besar arus dan tegangan sekunder telah diketahui yaitu: 9 V, 0,5 A. (500mA)
    Besar tegangan sekunder : W2 = 0 X 0,5 = 4,5 Watt.
    Besar tegangan primer : W1 = 1,25 X W2
    = 1,25 X 4,5
    = 5,625 Watt dibutuhkan 5,6 Watt.
    Besar arus primer : I1 = W1/E1
    I1 = 5,6/220
    = 0,025 A = 25 mA.
    Menurut daftar tebal kawat primer untuk untuk 25 mA berukuran: 0,15 mm. Dari keterangan di atas transformator yang direncanakan mempunyai ukuran-ukuran seperti dibawah ini:

    [​IMG]

    Jumlah gulung primer untuk 110 V: 1100 lilitan, diberi cabang kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan, untuk 220 V.
    Gulung sekunder untuk 6 V: 66 lilitan, diberi cabang dan ditambah 33 lilitan untuk 9 V. Tebal kawat 0,15 mm. Tebal kawat sekunder 0,5 mm.


    Cara menggulung kawat trafo
    dipraktek dilkukan dengan melilitkan kawat secara merata syaf demi syaf. Antara syaf satu dengan yang lainnya diberi isolasi kertas tipis. Pembuatan cabang dari lilitan dilakukan dengan membengkokkan kawat diluar lilitan, untuk kemudian dilanjutkan manggulung lagi kawat sampai selesai.
    Guna melakukan itu semua pada lobang tempat gulungan dimasukkan sepotong kayu ukuran yang sesuai yang pada kedua belah ujungintinya dimasukkan as dari logam yang berhubungan dengan alat pemutar. (lihat gambar)
    Apakah bagian primer atau sekunder yang digulung terlebih dulu tidak menjadi soal karena kedua akan memberi hasil yang sama.

    Mod.Note:
    Original articel by midaselnica on Senin, 2009 April 06
     

    aa-pulsajaya
  6. sanggarjuga

    sanggarjuga New Member

    Messages:
    130
    Likes Received:
    16
    Trophy Points:
    0
    Ini yang saya cari, makasih Mas atas infonya.
     
    beni_joss likes this.
  7. beni_joss

    beni_joss New Member

    Messages:
    307
    Likes Received:
    131
    Trophy Points:
    0
    tuk trafo step-up apa sama aja dengan trafo step-down yg cuma dibalik apa ada perbedaan dalam rumus?
    btw salut tuk penjelasan bos "gone-bdg"(sorry junk)
     
  8. DabYenk

    DabYenk New Member

    Messages:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    klo mo naiikin tegangan DC 12v ke 18v gimana?
    mohon pencerahannya...
     
  9. mbah kewods

    mbah kewods New Member

    Messages:
    196
    Likes Received:
    21
    Trophy Points:
    0
    nah sekarang prakteknya gimana nih???? mohon keterangannya
     

  10. p2ds

    p2ds New Member

    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Bagaimana dengan trafo IT dan OT dan mengapa kalau OT sudah di bongkar / di service hasilnya tidak seperti aslinya.
     
  11. boedist

    boedist New Member

    Messages:
    44
    Likes Received:
    13
    Trophy Points:
    0
    Pada prinsipnya sama, tergantung kebutuhan aja, mo dipake step up ato step down.
    Yang penting tegangan input harus sesuai. Kalo tuk step down, input biasanya 110 V ato 220 V.
    kalo tuk step up bisa 12 v, 24 V dan lain2. (biasanya tuk inverter).
    Tapi ingat tegangan yg bisa dinaik-turunkan hanya tegangan AC (bolaik balik).
    Kalo tuk step up (biasanya inverter) hati2 dg frekuensi kerjanya, biasanya sekitar 50 Hz, sama seperti frek PLN.
    Jangan lupa ampere/daya jg harus dperhatikan (sesuai kebutuhan).
    Kalo kita beli trafo tuk rumahan biasanya satuannya ampere, tp kalo tuk industri dah pake daya (dengan satuan VA).
     
  12. boedist

    boedist New Member

    Messages:
    44
    Likes Received:
    13
    Trophy Points:
    0
    trafo IT dan OT biasanya dipakai tuk matching impedance antara stage rangkaian.
    Biasanya bekerja pada frekuensi menengah dan tinggi.
     
  13. karyadinata

    karyadinata New Member

    Messages:
    10
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    0
    gini para master service:D

    kalo DVD keluar suara tapi gak ada gambar itu masalahnya apa yach????
    mohon bantuannya & kirim ke E-mail saya : kar.karyadi@yahoo.com

    semoga mendapat berkah saudara yang menjawab
     
  14. karyadinata

    karyadinata New Member

    Messages:
    10
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    0
    truz kalo TV gambarnya terlalu contrast padahal dah diatur dari flyback tetep ajach???
    mohon bantuannya boz??
    tolong dikirimin yach : kar.karyadi@yahoo.com
     
  15. qmara

    qmara New Member

    Messages:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    @ all, saya juga mau belajar bikin trafo, dari rumus2 diatas sebagaian sudah dimengerti, tapi praktek pembuatannya gimana ya, tolong dibantu dong ?!

    saya mau buat trafo dgn tegangan primer 0-220-240 dan tegangan sekunder sperti berikut 48-36-24-CT-24-36-48, menentukan titik2 tegangan tsb gimana caranya ?, terus kedua kalau saya mau buat tegangan sekunder sperti berikut 48-0-48, 36-0-36, 24-0-24, prakteknya seperti gimana ya ?

    kalau ada tutornya, tolong kirim ke email saya aja ya, ini alamatnya : datingyoumaumaumau@yahoo.co.id
     
  16. Widhiya ponsel

    Widhiya ponsel Active Member

    Messages:
    284
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    28
    cek mpegnya gan, ato kalo ada pre amp videonya dulu, abis itu ke mpeg, kan sinyal output video ada 3 gan
     
  17. qmara

    qmara New Member

    Messages:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    wah ga da yg tau ya :D
     
  18. bedoenn

    bedoenn New Member

    Messages:
    8
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    kayaknya diatas dah jelas banget om........
     
  19. Herhadi

    Herhadi New Member

    Messages:
    33
    Likes Received:
    26
    Trophy Points:
    0
    662px-Transformer-hightolow_smaller.


    Transformator step-down

    Prinsip kerja
    Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.

    Hubungan Primer-Sekunder
    [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]
    Fluks pada transformator


    Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah [​IMG] dan rumus untuk GGL induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah [​IMG].
    Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka [​IMG] dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat [​IMG] sedemikian hingga [​IMG]. Dengan kata lain, hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder.

    Kerugian dalam transformator
    Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian, tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu:

    1. kerugian tembaga. Kerugian [​IMG] dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.
    2. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.
    3. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat mempengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding)
    4. Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah.
    5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
    6. Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan.

    Efisiensi

    Efisiensi transformator dapat diketahui dengan rumus [​IMG] Karena adanya kerugian pada transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Untuk transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai 98%.

     

    Attached Files:

  20. ab jj

    ab jj New Member

    Messages:
    72
    Likes Received:
    17
    Trophy Points:
    0
    ikutan belajar yach...emang mantap2 dah isi,,,,,,lanjutkan:thumb::thumb::thumb:
     

Share This Page