10 tips mengantar perempuan berbelanja

Discussion in 'Out of Topic' started by cezzure, Aug 4, 2007.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. cezzure

    cezzure New Member

    Messages:
    296
    Likes Received:
    71
    Trophy Points:
    0
    1.. Jangan pernah mengatakan, "Lho,
    bajunya kan masih banyak!", terutama
    dalam konteks pakaian pesta. Ketahuilah,
    seorang perempuan nggak mungkin
    mengenakan baju yang sama berulang2 ke
    pesta2 yang dihadiri oleh satu
    komunitas tertentu. Misalnya kalau satu
    baju sudah dipakai ke pernikahan
    teman kantor, baju itu nggak bisa
    dipakai ke acara teman kantor lagi.

    2.. Menyarankan berbelanja barang yang
    lebih murah bisa berakibat Anda
    harus menemani ke ITC dan sejenisnya.
    Ini jauh lebih melelahkan. Jadi
    pertimbangkan mana yang lebih menguntungkan:
    - mahal & nyaman di mall atau
    - murah & lelah di ITC.

    3.. There's no such thing as a pattern
    dalam mengunjungi toko/counter.
    Bisa linear, bisa acak sampai2 kalau
    ditarik garis akan menyerupai benang
    kusut. Siapkan kompas dan/atau peta
    gedung bila perlu, agar nggak kesulitan
    mencari pintu keluar.

    4.. Selisih harga Rp.2500,- adalah
    alasan yang sangat valid untuk kembali
    ke toko pertama. Anda sebagai pengantar,
    harus siap menjawab di mana lokasi
    toko pertama tersebut.

    5.. "Cuma lihat2 saja" seharusnya
    diartikan sebagai, "Cuma lihat2 saja,
    lalu dicoba sebentar, kemudian dibayar".
    Jangan pernah tertipu, apalagi jika
    Anda berprofesi sebagai penyandang dana.

    6.. Jangan terkecoh dengan tujuan
    berbelanja. Niat membeli satu kemeja
    berarti akan membawa pulang setidaknya
    satu barang lain. Kemejanya? Bisa
    jadi beli juga, tapi seringkali nggak.

    7.. Ingat bahwa sepatu baru memerlukan
    tas baru yang cocok, dan vice
    versa. Bahkan style nabrak pun harus
    dirancang seberapa nabrak.

    8.. Pertanyaan "Bagus nggak?" harus
    dijawab dengan tepat. Di sini
    diperlukan kemampuan membaca pikiran,
    karena jawaban "Nggak" ketika sang
    pembelanja sangat menginginkan barang
    tersebut, bisa fatal akibatnya.
    Jangan sekali2 menjawab dengan "Nggak
    tau", apalagi asal jawab biar cepat
    pulang.

    9.. Pertanyaan "Aku pantas nggak pakai
    ini?" bisa diikuti dengan
    pertanyaan yang paling sulit dijawab di
    jagat raya: "Kenapa? Aku gemuk ya?".
    Bersiap2lah dengan jawaban terbaik.

    10.. Persiapkan stamina sebaik2nya.
    Pembelanja bisa tidur lelap dalam
    perjalanan pulang karena kelelahan dan
    puas (sounds like orgasm, no?),
    sementara Anda masih harus menyetir
    mobil menembus kemacetan.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page