Kapan lagi ?, Sekaranglah Saatnya

Discussion in 'Out of Topic' started by uchu, Aug 24, 2007.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. uchu

    uchu Super Moderators Super Moderator

    Messages:
    571
    Likes Received:
    1,783
    Trophy Points:
    103
    Mungkin obrolan kita kali ini adalah sebuah cerita basi dan menjemukan, yang sering terdengar di berbagai forum-forum sosial dan Agama. Atau mungkin anda pernah mendengar dari pepatah-pepatah orang tua dulu.

    Seandainya harus difikir, sangat banyak sekali waktu kita terbuang oleh situasi yang sama sekali tidak bermanfaat. Bayangkan saja, dalam 24 jam, kira-kira berapa jam anda luangkan untuk mempelajari sesuatu ?. Berapa jam anda luangkan untuk berkarya ? Berapa jam anda sediakan waktu untuk berfikir ? Berapa jam anda habiskan untuk bersantai ria ? berapa lama waktu untuk tidur ?.

    Jika harus dihitung, kira-kira berapa jamkah waktu yang anda gunakan untuk melakukan atau memikirkan sesuatu yang bermanfaat ?. Lebih banyak mana antara berfikir dan melakukan ?, lebih banyak mana antara belajar dan tidur ?. Sementara itu, anda, saya, kita, nyaris tidak pernah sadar, bahwa sesuatu itu akan berakhir, hidup itu akan berakhir, muda menjadi tua, lalu mati.

    Pernahkah terfikir, sesuatu apa yang akan terjadi setelah anda mati ?
    Pernahkah merenung, komentar apa yang akan terlontar dari tetangga kita, ketika anda meregang nyawa ?
    Ya, memang, itu semua tidak terlalu penting untuk direnungkan. Karena, anda akan kehabisan waktu untuk merenunginya. Dan memang itu buang-buang waktu. Dan tentu saja, ada salah satu dari kita yang akan mengatakan, “ah itu kan urusan nanti” ….. sebuah ungkapan sederhana namun cukup mematikan fikiran.

    Benar, itu urusan nanti. Tapi anda sangat tidak disalahkan untuk memikirkannya hari ini.

    Hubungannya dengan virus komputer ?. …:confused:
    Tidak selalu itu hubungannya. Hal seperti ini akan sangat berlaku pada berbagai hal.

    Berfikir dan menghayal itu masih saudara dekat. Sehingga anda harus pandai-pandai untuk menentukan porsinya. Dan yang terpenting adalah, segera lakukan, konsentrasi dan selesaikan.

    Kita harus mencetak sejarah. Terserah, apakah itu sejarah baik ataupun buruk. Yang penting sesuai dengan kehendak kita. Karena memang tidak dapat dipungkiri bahwa semua nurani manusia ingin berakhir baik. Sehingga, menurut saya, sejarah yang baiklah yang harus kita buat.

    Apakah hidup anda hanya untuk uang 30-50 ribu perhari ?.
    Apakah waktu anda harus dihabiskan untuk sekedar mampu beli susu anak ?
    Apakah umur anda akan dihabiskan untuk sekedar menikmati suasana sejenak, ramai, cape, lalu tidur. Lalu bangun, lalu ramai lagi, cape, lalu tidur lagi.

    Terus menerus seperti itu, hingga akhir itupun tiba. Dan anda kini mati. Anda akan dikenang dalam kondisi baik atau sebaliknya.

    Terserah, itu adalah pilihan anda. Namun tidak ada salahnya jika anda harus merencakannya dengan lugas, logis dan bijak.

    Omong-omong soal uang, sampai hari ini uang masih menjadi pusat perhatian hampir seuruh umat manusia. Semua sibuk cari uang. Semua pusing mikirin uang. Ada yang baik karena uang. Ada yang buruk gara-gara keingetan uang. Dan ada juga yang mati setelah mengambil sejumlah uang.

    Dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, pak udin sibuk mengumpulkan uang dikantor. Dari jam 10 pagi sampai jam 7 sore, si alex sibuk memainkan gitar dihadapan seluruh penumpang untuk sejumlah uang recehan.

    Dari jam 2 sampai jam 4 pagi, si boy sibuk mengotak-atik lubang kunci rumah diberbagai perumahan umum, juga untuk mendapatkan sejumlah uang.

    Apa yang sedang anda tekuni sekarang ?
    Apa yang sedang anda pelajari sekarang ?
    Berapa jumlah uang yang anda dapatkan dalam sehari ?
    Berapa tumpuk hutang anda yang tercatat dalam buku harian ?
    Sejarah apa yang akan anda cetak untuk mencapai sebuah titik akhir yang baik ?
    Tipuan apa yang sedang anda fikirkan ?
    Kapan anda akan pensiun ?


    Lho ….. kan ada yang disebut keajabian ?
    Benar sekali. Keajaiban memang ada, pada suatu kondisi dan waktu yang nyaris tidak pernah terfikirkan.
    Keajaiban memang ada. Sehingga, saat ini mungkin seseorang yang kaya sedang menanti anda di suatu gang di sudut kota.
    Keajaiban memang ada, sehingga anda tidak boleh menyerah. Karena keajaiban akan datang dengan suatu usaha.

    Usaha itu dilakukan untuk mencari suatu keajaiban. Dan tidak berusaha, berarti anda menghindari keajaiban.
    Bukankah Tuhan sudah mencatat, kapan persisnya daun pohon mangga di depan rumah tetangga kita akan gugur ?, lalu terinjak oleh kucing, hingga akhirnya dibawa lari oleh tukang sampah.

    Lha, kalo Tuhan sudah mencatat dan menentukan seperti itu, ngapain dong pentingnya usaha ?
    Anda berbeda dengan daun, anda bukan daun, anda bukan monyet, anda bukan kadal. Anda adalah manusia yang harus selalu berusaha untuk mencapai suatu situasi yang minimal anda merasa bahwa saat itu anda dalam suasana keajabaian.

    Disadari atau tidak, kita adalah pemain dalam skenario perfilm-an Tuhan. Dan tentu saja Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita.
    Kalau begitu, Tuhan sutradara dong ?, benar … tapi dalam hal ini Tuhan adalah sutradara sekaligus penulis skenario.

    Jika anda ingin berubah peran, sebaiknya mintalah sama Tuhan. Ajukan proposal yang baik, lalu nantilah dengan tetap sambil berusaha (cari muka) untuk menunggu keputusan peran yang akan disampaikan-Nya.

    Kapan peran baru anda akan disampaikan ?, itu urusan Dia. Anda tidak boleh memaksa apalagi mengadakan tuntutan ke pengadilan. Karena Dia adalah sebaik-baik pengadilan.

    Disinilah fungsi Do’a.
    Ya, disamping anda berusaha, jangan lupa, bahwa ada naskah yang harus selalu anda perankan dari Tuhan. Yaitu berbakti. Dan naskah selanjutnya adalah tugas anda untuk berimprovisasi.

    Tuhan mengajarkan kita semua untuk berimprovisasi. Dan secara jelas, Tuhan telah memberikan batasan-batasan dalam improvisasi kita. Seperti layaknya improvisasi dari seorang pemain lawak, yang oleh sutradaranya dibatasi dengan suatu baris aturan.

    Dan jika anda ingin peran terus berkembang, maka tentu saja jangan melanggar batasan itu.

    Saat ini jam satu malam, umur sayapun bertambah, begitupun dengan anda. Peran yang saya alami sedang terus berlangsung, walau sesekali saya harus berimprovisasi untuk memposisikan diri dalam peran yang menguntungkan.

    Dan yang pasti, saya harus terus menerus berfikir, melakukan, konsentrasi dan berhayal untuk mencapai impian peran yang indah. Peran yang akan berakhir baik. Peran yang akan selalu diingat orang.

    Oh anakku, cepat sekali kamu besar. Padahal saya merasa, kamu baru kemarin sore lahir.



    End
     
    Triple_X likes this.
  2. hengkish

    hengkish Moderator Moderator

    Messages:
    523
    Likes Received:
    332
    Trophy Points:
    73
    Perenungan tingkat tinggi...

    Aq salut banget ama posting bang uchu....about hidup.yang jadi masalah aq... bagaimana kita menata hidup ini dg bijak.Arus kehidupan kadang membawa kita untuk tidak bisa tidak berada pada jalur yang antara hitam dan putih.antara benar dan tidak.yg kadang hal itu bikin aq bingung orientasi hidup ini mau dibawa kemana???
    kasih saran buat aq ya bang...
    aq ingin selalu berada di jalur yang benar,lurus but kalo berpikir tentang berjualan mp3,make windows *******,program2bajakan, bikin cloning cd,dll.aq bingung... coz untuk bener2 beli yg legal kondisi keuangan tidak memungkinkan... misi aq selain berjualan adalah memfasilitasi org agar bisa menikmati hp or apapun dgn baik.Apa saran bang uchu... apakah lebih baik bagi aq untuk berhenti saja dari ini semua, karena dgn memakai sesuatu yg ******* pasti ada pihak yg dirugikan???Gimana bang... beri aq saran ya... thx b4.
     
  3. Zalnabur

    Zalnabur New Member

    Messages:
    107
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    0
    klo merasa ragu akan usaha yg mba yosi jalanin,menurut saran saya, beri zakat 2,5% setiap penghasilan mba untuk fakir miskin.kayaknya oks deh.soalnya di dunia usaha ada kalanya kita lupa klo penghasilan kita sebenernya ada hak-hak fakir miskin yg seharusnya diberikan.ya ga?semoga mba mendapat hidayah.Amin
     
  4. oxphonez

    oxphonez Moderator Moderator

    Messages:
    752
    Likes Received:
    633
    Trophy Points:
    103
    amiiiiinnnn..... aja buat yang ma'ruf

    :)
     
  5. hengkish

    hengkish Moderator Moderator

    Messages:
    523
    Likes Received:
    332
    Trophy Points:
    73
    Jangan pernah remehkan waktu dan apapun...
    Seperti kata lagu raihan...
    Demi masa...
    sesungguhnya manusia dlm kerugian...
    melainkan...yg beriman dan beramal sholeh...
    Demi masa...
    sesungguhnya manusia dlm kerugian...
    melainkan nasihat pada kebenaran dan kesabaran
    gunakan kesempatan yg masih diberi
    moga kita tak kan menyesal
    masa usia kita jgn disiakan krn ia tak kan kembali
    ingat 5 perkara sebelum 5 perkara...
    1. sehat sebelum sakit
    2. muda sebelum tua
    3. kaya sebelum miskin
    4. lapang sebelum sempit
    5. hidup sebelum mati

    semoga bermanfaat...
     
    Last edited by a moderator: Jan 4, 2008
  6. N8250

    N8250 Super Moderators Super Moderator

    Messages:
    1,435
    Likes Received:
    847
    Trophy Points:
    123
    puyeng gw bacanya...:D :D :D

    moto gw..
    jalani aja sewajarnya..jangan pernah maksain kehendak itu aja..

    ehh nyambung apa ga ya..soalnya gw baca ga selesai...:D :D :D
     
  7. Ludfi_fikri

    Ludfi_fikri New Member Super Member

    Messages:
    561
    Likes Received:
    400
    Trophy Points:
    0
    Tidak ada kata yang terucap selain Thanks bos UCHU....
    renungan yang sangat membantu.............
     
  8. De Qint

    De Qint New Member

    Messages:
    136
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    0
    hmmmmm.....

    renungan...yang perlu direnungkan

    PRAISE BE TO ALLAH;LORD OF THE WORLD
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page