Story tentang Ibu

Discussion in 'Out of Topic' started by yokohima, Nov 22, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. yokohima

    yokohima Moderator Moderator

    Messages:
    509
    Likes Received:
    487
    Trophy Points:
    0
    Kejadian ini terjadi di sebuah
    kota kecil di Taiwan, Dan
    sempat dipublikasikan lewat
    media cetak dan electronic.
    Ada seorang pemuda bernama
    A be (bukan nama
    sebenarnya). Dia anak yg
    cerdas, rajin dan cukup cool.
    Setidaknya itu pendapat
    cewe2 yang kenal dia. Baru
    beberapa tahun lulus dari
    kuliah dan bekerja di sebuah
    perusahaan swasta, dia sudah
    di promosikan ke posisi
    manager. Gaji-nya pun
    lumayan.
    Tempat tinggalnya tidak
    terlalu jauh dari kantor. Tipe
    orangnya yang humoris dan
    gaya hidupnya yang
    sederhana membuat banyak
    teman2 kantor senang
    bergaul dengan dia, terutama
    dari kalangan cewe2 jomblo.
    Bahkan putri owner
    perusahaan tempat ia bekerja
    juga menaruh perhatian
    khusus pada A be.
    Dirumahnya ada seorang
    wanita tua yang tampangnya
    seram sekali. Sebagian
    kepalanya botak dan kulit
    kepala terlihat seperti borok
    yang baru mengering.
    Rambutnya hanya tinggal
    sedikit dibagian kiri dan
    belakang. Tergerai seadanya
    sebatas pundak. Mukanya juga
    cacat seperti luka bakar.
    Wanita tua ini betul2 seperti
    monster yang menakutkan. Ia
    jarang keluar rumah bahkan
    jarang keluar dari kamarnya
    kalau tidak ada keperluan
    penting. Wanita tua ini tidak
    lain adalah Ibu kandung A Be.
    Walau demikian, sang Ibu
    selalu setia melakukan
    pekerjaan rutin layaknya ibu
    rumah tangga lain yang sehat.
    Membereskan rumah,
    pekerjaan dapur, cuci-mencuci
    (pakai mesin cuci) dan lain-
    lain. Juga selalu memberikan
    perhatian yang besar kepada
    anak satu2-nya A be. Namun A
    be adalah seorang pemuda
    normal layaknya anak muda
    lain. Kondisi Ibunya yang cacat
    menyeramkan itu
    membuatnya cukup sulit
    untuk mengakuinya. Setiap
    kali ada teman atau kolega
    business yang bertanya siapa
    wanita cacat dirumahnya, A be
    selalu menjawab wanita itu
    adalah pembantu yang ikut
    Ibunya dulu sebelum
    meninggal. “Dia tidak punya
    saudara, jadi saya tampung,
    kasihan. ” jawab A be.
    Hal ini sempat terdengar dan
    diketahui oleh sang Ibu. Tentu
    saja Ibunya sedih sekali. Tetapi
    ia tetap diam dan menelan
    ludah pahit dalam hidupnya.
    Ia semakin jarang keluar dari
    kamarnya, takut anaknya sulit
    untuk menjelaskan
    pertanyaan mengenai dirinya.
    Hari demi hari kemurungan
    sang Ibu kian parah. Suatu
    hari ia jatuh sakit cukup parah.
    Tidak kuat bangun dari
    ranjang. A be mulai kerepotan
    mengurusi rumah, menyapu,
    mengepel, cuci pakaian,
    menyiapkan segala keperluan
    sehari-hari yang biasanya di
    kerjakan oleh Ibunya.
    Ditambah harus menyiapkan
    obat-obatan buat sang Ibu
    sebelum dan setelah pulang
    kerja (di Taiwan sulit sekali
    cari pembantu, kalaupun ada
    mahal sekali).
    Hal ini membuat A be jadi BT
    (bad temper) dan uring-
    uringan dirumah. Pada saat ia
    mencari sesuatu dan
    mengacak-acak lemari Ibunya,
    A be melihat sebuah box kecil.
    Didalam box hanya ada
    sebuah foto dan potongan
    koran usang. Bukan berisi
    perhiasan seperti dugaan A be.
    Foto berukuran postcard itu
    tampak seorang wanita
    cantik. Potongan koran usang
    memberitakan tentang
    seorang wanita berjiwa
    pahlawan yang telah
    menyelamatkan anaknya dari
    musibah kebakaran. Dengan
    memeluk erat anaknya dalam
    dekapan, menutup dirinya
    dengan sprei kasur basah
    menerobos api yang sudah
    mengepung rumah. Sang
    wanita menderita luka bakar
    cukup serius sedang anak
    dalam dekapannya tidak
    terluka sedikitpun.
    Walau sudah usang, A be
    cukup dewasa untuk
    mengetahui siapa wanita
    cantik di dalam foto dan siapa
    wanita pahlawan yang
    dimaksud dalam potongan
    koran itu. Dia adalah Ibu
    kandung A be. Wanita yang
    sekarang terbaring sakit tak
    berdaya. Spontan air mata A
    be menetes keluar tanpa bisa
    di bendung. Dengan
    menggenggam foto dan koran
    usang tersebut, A be langsung
    bersujud disamping ranjang
    sang Ibu yang terbaring.
    Sambil menahan tangis ia
    meminta maaf dan memohon
    ampun atas dosa-dosanya
    selama ini. Sang Ibu-pun ikut
    menangis, terharu dengan
    ketulusan hati anaknya. ”
    Yang sudah-sudah nak, Ibu
    sudah maafkan. Jangan di
    ungkit lagi ”.
    Setelah ibunya sembuh, A be
    bahkan berani membawa
    Ibunya belanja
    kesupermarket. Walau
    menjadi pusat perhatian
    banyak orang, A be tetap cuek
    bebek. Kemudian peristiwa ini
    menarik perhatian kuli tinta
    (wartawan). Dan membawa
    kisah ini kedalam media cetak
    dan elektronik.
    Teman2 yang masih punya Ibu
    (Mama atau Mami) di rumah,
    biar bagaimanapun
    kondisinya, segera bersujud di
    hadapannya. Selagi masih ada
    waktu. Jangan sia-sia kan budi
    jasa ibu selama ini yang
    merawat dan membesarkan
    kita tanpa pamrih. kasih
    seorang ibu sungguh mulia.
    – happy ending –
    sumber : forum.kapanlagi.com
     
  2. alam_x15

    alam_x15 Well-Known Member

    Messages:
    596
    Likes Received:
    194
    Trophy Points:
    53
    Nice share bro.surga ditelapak kaki ibu
    tanpa Dia kita gak ada didunia ini.
     
  3. pama

    pama New Member

    Messages:
    517
    Likes Received:
    18
    Trophy Points:
    0
    Hiks hiks....
    Sangat menyentuh.

    ... . -.. .. ....
     
  4. yokohima

    yokohima Moderator Moderator

    Messages:
    509
    Likes Received:
    487
    Trophy Points:
    0
    Yoi bro,kadang bgi yg beruntung msh ada ibu disampingnya seringkali kt bentak2 beliau seakan beliau gk berguna bagi kita,tp kt pasti mrasa kehilangan jk ditingglkan...
    Btw qpunya nenek yg sudah tua,mski beliau tdk bs berbuat apa2,tp beliau adalah kekuatan besar,untk menyatukan anak2x yg ada ditempat yg berbeda n berjauhan trmasuk ayah gw,stiap hr raya alhmdllh kmi brkumpul dikampung halaman..berbahagialah yg msh ada ibu dismping kita!
     
  5. pama

    pama New Member

    Messages:
    517
    Likes Received:
    18
    Trophy Points:
    0
    Betul.
    Klo ada org yg dituakan. Kakek, nenek or ortu masih bs menyatukan anak cucu yg klo sdh nikah sibuk dgn urusan keluarga masing2.
    Bapak jg dong.
     
  6. yokohima

    yokohima Moderator Moderator

    Messages:
    509
    Likes Received:
    487
    Trophy Points:
    0
    Hehe..sygx qbkn bapak2 bro,qce lum pux istri jg anak,n q msh tggl ma ortu gw!umr gw msh 25,lam kenal y!
     
  7. pama

    pama New Member

    Messages:
    517
    Likes Received:
    18
    Trophy Points:
    0
    Maksudnya berbahagialah yg jg masih punya bapak.
    Bapakq sdh 1thn meninggal. Jd tau rasanya. Apalg klo ibu. Biasanya lbh dekat ke ibu.
    Salam kenal jg bro yoko
     
  8. cibie2202

    cibie2202 Active Member

    Messages:
    212
    Likes Received:
    33
    Trophy Points:
    38
    MENGAHRUKAN........:pray::pray::pray:
     
  9. k4ng4hid

    k4ng4hid Well-Known Member

    Messages:
    667
    Likes Received:
    125
    Trophy Points:
    53
    Hikz...
    I luv u mom..
     
  10. verave

    verave New Member

    Messages:
    5
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    22 DeseMber

    HaPpy MotHeR day
     
  11. arez

    arez New Member

    Messages:
    32
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    0
    buat aku teringat betapa seringnya buat ibu sedih :cry:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page