Kasus Tumpahan Minyak Amerika

Discussion in 'Out of Topic' started by wogen, Jun 18, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. wogen

    wogen Well-Known Member

    Messages:
    283
    Likes Received:
    150
    Trophy Points:
    53
    Dijamin Ganti Rugi,Warga Pesisir Sambut Obama

    [​IMG] By Renne R.A Kawilarang - Kamis, 17 Juni

    [​IMG]
    Barack Obama disambut penduduk pesisir di Grand Isle, Louisiana

    VIVAnews - Penduduk pesisir selatan Amerika Serikat (AS) menyambut baik permintaan maaf BP dan penyediaan dana kompensasi US$20 miliar (sekitar Rp183,17 triliun) dari perusahaan minyak yang berbasis di Inggris itu.
    Penduduk sudah menderita kerugian akibat pencemaran lingkungan yang disebabkan bocornya sumur minyak yang dikelola BP dalam hampir dua bulan terakhir.


    Tepuk tangan dan sorak sorai dilontarkan penduduk kota Orange Beach, negara bagian Alabama, begitu mendengar pengumuman dari pimpinan BP usai berunding dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih, Rabu 16 Juni 2010.
    Mereka berterima kasih atas peran Obama, yang dalam beberapa hari terakhir memerintahkan para pejabat bernegosiasi dengan pimpinan BP membahas ganti rugi pencemaran lingkungan.


    "Dua pekan lalu kami pernah mengutarakan tuntutan serupa [ganti rugi], namun mereka [BP] cuma menertawakan kami," kata Walikota Orange Beach, Tony Kennon. "Terima kasih Presiden Obama atas perhatian Anda dalam mendengar keluhan kami dan menindaklanjutinya," kata Kennon. Sambutan positif juga dilontarkan penduduk pesisir di negara bagian Louisiana.



    Kalangan publik dan media pun menyambut baik keputusan Obama yang menunda lawatan ke luar negeri - termasuk ke Indonesia - demi mencurahkan perhatian atas bocornya sumur minyak BP, yang sudah dianggap sebagai masalah serius.
    Obama berhasil memaksa pimpinan BP menghadap ke Gedung Putih dalam rangka membicarakan pemberian ganti rugi sekaligus cara-cara lebih lanjut dalam mengatasi bocornya sumur minyak bawah laut di Teluk Meksiko.
    Menurut Obama, dana ganti rugi itu harus segera dikucurkan mengingat pencemaran lingkungan akibat bocornya sumur minyak BP sudah menghilangkan mata pencaharian banyak warga pesisir selatan AS - mulai dari para nelayan, pelaku industri perikanan, hingga pengusaha restoran.



    "Ini adalah menyangkut akuntabilitas. Bagi para pelaku usaha kecil, nelayan, dan pengolah udang, masalah ini tidak saja menyangkut hitungan dolar dan sen. Banyak orang kini tidak punya sandaran hidup," kata Obama setelah berunding selama empat jam dengan pimpinan BP.
    Beberapa jam sebelumnya, dalam siaran televisi, Obama menyatakan bahwa BP (dahulu bernama British Petroleum) telah bertindak "ceroboh" dan perusahaan minyak asal Inggris itu harus menanggung sepenuhnya kerugian yang diderita rakyat Amerika di kawasan pesisir dan pencemaran lingkungan di wilayah itu.


    Obama pun menunjuk mantan gubernur Mississippi, Ray Mabus, untuk menyusun program kompensansi jangka panjang bernama Rencana Pemulihan Pesisir Teluk Meksiko, yang seluruhnya ditanggung oleh BP. Program ini melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, para nelayan, pegiat lingkungan hidup, dan warga setempat.
    Dalam 58 hari terakhir, baik BP maupun satuan Penjaga Pantai (Coast Guard) belum mampu mengatasi bocornya sumur minyak di Teluk Meksiko, yang mengeluarkan sekitar 2,52 juta galon per hari. Kebocoran itu berawal dari ledakan kilang minyak milik BP pada 20 April lalu, yang menewaskan sebelas pekerja.


    Jutaan barel minyak mentah dari sumur yang bocor di bawah laut itu terus menyebar ke seluruh perairan selatan AS. Banyak penghuni laut yang mati dan ini juga mematikan mata pencaharian para nelayan Amerika dan warga setempat.
    Menurut perhitungan pengamat, hingga kini 116 juta galon minyak mentah berceceran di Teluk Meksiko. Selain terus menuntut pertanggungjawaban BP, Obama dan pemerintahannya juga berupaya agar pencemaran lingkungan itu tidak meluas ke wilayah lain. (Associated Press)
    (umi)


    sumber: disini


    Saya salut dengan peran aktif Presiden Obama dalam kasus tumpahan minyak. Sedang untuk pemerintah kita, saya sangat kecewa sekali dengan masalah lumpur Sidoarjo yang sampai saat ini tidak jelas penyelesaiannya. Yang sudah menyengsarakan banyak orang. Kapan ya pemerintah kita berpihak pada orang kecil ?? :noidea::noidea:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page