Memahami pengetahuan tehnik jumper pada hp nokia

Discussion in 'Nokia Hardware' started by berkat cell, Feb 5, 2011.

  1. berkat cell

    berkat cell Moderator Moderator

    Messages:
    3,760
    Likes Received:
    17,120
    Trophy Points:
    123
    [FONT=&quot]PENGETAHUAN DASAR TEKNIK JUMPER.....[/FONT][FONT=&quot]

    Karena nampaknya bagian ini yg palling rame .... meskipun hal yg diuraikan disini bukan khusus untuk NOKIA, tapi saya posting aja disini yach

    Sudah sewajarnya semua Teknisi Ponsel mempelajari Trick2x Jumper sebelum menggunakannya dan bahkan sdh sewajarnya jika seorang teknisi ponsel dapat membuat Trick Jumper sendiri sesuai masalah yg sedang dihadapinya ... Untuk itu diperlukan pemahaman dasar2x teori elektronika (khususnya fungsi komponen), mengerti&dapat menggunakan alat ukur (utamanya multitester) dan paham&dapat membaca Schematic maupun Component Placing.
    Jika hal2x tsb sudah dikuasai maka seorang teknisi dapat memutuskan apakah sebuah trik jumper itu aman dan dapat digunakan untuk menyelesaikan kerusakan ponsel yg dihadapinya, dan bahkan tidak akan sulit untuk membuat trik jumper sendiri untuk menyelesaikan masalah kerusakan ponsel.

    [/FONT]
    [FONT=&quot]HAL UTAMA YG DIBUTUHKAN DALAM MEMAHAMI ATAU MEMBUAT TRIK JUMPER ADALAH MEMILIKI DAN MENGERTI "SCHEMATIC & COMPONENT PLACING" PONSEL !!![/FONT][FONT=&quot]
    [/FONT]
    [FONT=&quot]
    Sebelum melangkah lebih lanjut, berikut saya coba uraikan komponen2x elektronika yg dapat atau tidak kita jumper (short/By pass) jalurnya :

    [/FONT]
    [FONT=&quot]Fuse/sekring[/FONT][FONT=&quot] [/FONT][FONT=&quot]: berfungsi membatasi arus listrik yang mengalir menuju suatu rangkaian elektronik. Jika arus yg melaluinya melampaui ambang batas yg ditentukan maka komponen ini akan terbakar dan putus sehingga arus berlebihan tidak dapat mengalir ke rangkaian elektronik. Hal tersebut dimaksudkan sebagai proteksi rangkaian sehingga suatu tegangan yg melebihi ambang batas tegangan kerja atau dengan arus berlebih tidak merusak komponen2x lain atau rangkaian elektronikanya. Arus berlebih dapat disebabkan adanya Short (konsleting) pada suatu jalur/hubungan antar komponen, dan dapat juga dikarenakan input tegangan yg terlalu besar >>> INGAT Arus itu = I = V/R ; dimana V=Tegangan (Volt) dan R=resistansi (Ohm)[/FONT][FONT=&quot]

    [/FONT]
    [FONT=&quot]Contoh ......[/FONT][FONT=&quot]
    Kasus : ponsel Yg saat di charge tidak memperlihatkan efek apapun, dimana indikator batere tidak turun-naik atau tidak muncul pesan apapun di layar ponsel. Maka hal utama yg harus diperiksa (selain charger maupun connector) adala Komponen Fuse/Sekring. Karena jika Fuse ini rusak/putus maka tidak akan ada tegangan yg mengalir ke rangkaian ponsel
    Solusi : Dapat kita jumper/short/By-pass jalurnya sehingga tegangan secara langsung masuk ke rangkaian (tanpa menggunakan Fuse).
    Perhatian : Kemungkinan penggunanan tegangan melebihi batas ambang kerja rangkaian haruslah jarang sekali terjadi jika kita hendak melakukan solusi jumper fuse !!! Jika tidak maka ponsel malah akan tambah rusak dikemudian hari akibat kelebihan arus kerja

    [/FONT]
    [FONT=&quot]Resistor[/FONT][FONT=&quot] [/FONT][FONT=&quot]: berfungsi untuk membatasi atau menghasilkan besaran arus listrik tertentu melalui nilai resistansi-nya masing2x. Oleh karena itu pada banyak kasus, komponen ini dapat diangkat (tidak dipasang lagi) utk kemudian di jumper/short pin/By-pass jalurnya,dengan syarat tidak menghubungkan jalur (+) dgn (-) atau digantikan dengan resistor lain yg cukup mendekati nilai resistansinya.[/FONT][FONT=&quot]
    [/FONT]
    [FONT=&quot]
    Contoh ........[/FONT]
    [FONT=&quot]
    Kasus : Switch On-off pada ponsel Nokia umumnya dihubungkan ke Resistor pembatas arus menuju PWONX IC UEM/Power. Nah ... jika resistor ini rusak/terbakar (nilai resistansi menjadi sangat besar alias tidak terbatas) atau resistor terangkat/terbang akibat "kecelakaan" saat proses bongkar-pasang Software On-Off, maka Arus trigger (pd ponsel nokia umumnya menggunakan arus Grounding) yg seharusnya mengalir ke IC UEM menjadi tidak ada sama sekali saat Switch On-Off ditekan. Alhasil .... Ponsel tidak mau Menyala
    Solusi : kasus tsb dapat segera diselesaikan dgn jumper/short/By-pass jalurnya sehingga arus trigger yg diperlukan dapat mengalir secara langsung ke bagian PWRONX IC UEM/Power dan men-trigger rangkaian untuk menyala/bekerja.
    Perhatian : Anda harus mengetahui & mengerti lebih lanjut rangkaian pada area kerja resistor, sehingga mengetahui fungsi lebih lanjut dari resistor tsb, sebelum memutuskan utk melakukan jumper. Jika tidak mengerti, maka rangkaian malah akan mendapatkan arus yg melebihi ambang batas kerja atau rangkaian malahan akan terhubung-singkat .... DAN MEMBAHAYAKAN Komponen serta rangkaian secara lebih luas !!![/FONT]

    [FONT=&quot] [/FONT]
    [FONT=&quot]By : Berkat cell[/FONT]
     
    samyukku, general75, m4nces and 6 others like this.
  2. berkat cell

    berkat cell Moderator Moderator

    Messages:
    3,760
    Likes Received:
    17,120
    Trophy Points:
    123
    PENGETAHUAN DASAR TEKNIK JUMPER.....

    Karena nampaknya bagian ini yg palling rame .... meskipun hal yg diuraikan disini bukan khusus untuk NOKIA, tapi saya posting aja disini yach

    Sudah sewajarnya semua Teknisi Ponsel mempelajari Trick2x Jumper sebelum menggunakannya dan bahkan sdh sewajarnya jika seorang teknisi ponsel dapat membuat Trick Jumper sendiri sesuai masalah yg sedang dihadapinya ... Untuk itu diperlukan pemahaman dasar2x teori elektronika (khususnya fungsi komponen), mengerti&dapat menggunakan alat ukur (utamanya multitester) dan paham&dapat membaca Schematic maupun Component Placing.
    Jika hal2x tsb sudah dikuasai maka seorang teknisi dapat memutuskan apakah sebuah trik jumper itu aman dan dapat digunakan untuk menyelesaikan kerusakan ponsel yg dihadapinya, dan bahkan tidak akan sulit untuk membuat trik jumper sendiri untuk menyelesaikan masalah kerusakan ponsel.

    HAL UTAMA YG DIBUTUHKAN DALAM MEMAHAMI ATAU MEMBUAT TRIK JUMPER ADALAH MEMILIKI DAN MENGERTI "SCHEMATIC & COMPONENT PLACING" PONSEL !!!

    Sebelum melangkah lebih lanjut, berikut saya coba uraikan komponen2x elektronika yg dapat atau tidak kita jumper (short/By pass) jalurnya :

    Fuse/sekring : berfungsi membatasi arus listrik yang mengalir menuju suatu rangkaian elektronik. Jika arus yg melaluinya melampaui ambang batas yg ditentukan maka komponen ini akan terbakar dan putus sehingga arus berlebihan tidak dapat mengalir ke rangkaian elektronik. Hal tersebut dimaksudkan sebagai proteksi rangkaian sehingga suatu tegangan yg melebihi ambang batas tegangan kerja atau dengan arus berlebih tidak merusak komponen2x lain atau rangkaian elektronikanya. Arus berlebih dapat disebabkan adanya Short (konsleting) pada suatu jalur/hubungan antar komponen, dan dapat juga dikarenakan input tegangan yg terlalu besar >>> INGAT Arus itu = I = V/R ; dimana V=Tegangan (Volt) dan R=resistansi (Ohm)

    Contoh ......
    Kasus : ponsel Yg saat di charge tidak memperlihatkan efek apapun, dimana indikator batere tidak turun-naik atau tidak muncul pesan apapun di layar ponsel. Maka hal utama yg harus diperiksa (selain charger maupun connector) adala Komponen Fuse/Sekring. Karena jika Fuse ini rusak/putus maka tidak akan ada tegangan yg mengalir ke rangkaian ponsel
    Solusi : Dapat kita jumper/short/By-pass jalurnya sehingga tegangan secara langsung masuk ke rangkaian (tanpa menggunakan Fuse).
    Perhatian : Kemungkinan penggunanan tegangan melebihi batas ambang kerja rangkaian haruslah jarang sekali terjadi jika kita hendak melakukan solusi jumper fuse !!! Jika tidak maka ponsel malah akan tambah rusak dikemudian hari akibat kelebihan arus kerja

    Resistor : berfungsi untuk membatasi atau menghasilkan besaran arus listrik tertentu melalui nilai resistansi-nya masing2x. Oleh karena itu pada banyak kasus, komponen ini dapat diangkat (tidak dipasang lagi) utk kemudian di jumper/short pin/By-pass jalurnya,dengan syarat tidak menghubungkan jalur (+) dgn (-) atau digantikan dengan resistor lain yg cukup mendekati nilai resistansinya.

    Contoh ........
    Kasus : Switch On-off pada ponsel Nokia umumnya dihubungkan ke Resistor pembatas arus menuju PWONX IC UEM/Power. Nah ... jika resistor ini rusak/terbakar (nilai resistansi menjadi sangat besar alias tidak terbatas) atau resistor terangkat/terbang akibat "kecelakaan" saat proses bongkar-pasang Software On-Off, maka Arus trigger (pd ponsel nokia umumnya menggunakan arus Grounding) yg seharusnya mengalir ke IC UEM menjadi tidak ada sama sekali saat Switch On-Off ditekan. Alhasil .... Ponsel tidak mau Menyala
    Solusi : kasus tsb dapat segera diselesaikan dgn jumper/short/By-pass jalurnya sehingga arus trigger yg diperlukan dapat mengalir secara langsung ke bagian PWRONX IC UEM/Power dan men-trigger rangkaian untuk menyala/bekerja.
    Perhatian : Anda harus mengetahui & mengerti lebih lanjut rangkaian pada area kerja resistor, sehingga mengetahui fungsi lebih lanjut dari resistor tsb, sebelum memutuskan utk melakukan jumper. Jika tidak mengerti, maka rangkaian malah akan mendapatkan arus yg melebihi ambang batas kerja atau rangkaian malahan akan terhubung-singkat .... DAN MEMBAHAYAKAN Komponen serta rangkaian secara lebih luas !!!

    By : Berkat cell
     
  3. Agacell

    Agacell Active Member

    Messages:
    217
    Likes Received:
    30
    Trophy Points:
    38
    izin sedot bos
     
  4. feick

    feick Well-Known Member Super Member

    Messages:
    1,666
    Likes Received:
    622
    Trophy Points:
    123
    C0pas ya br0..
     
    andi safrudin likes this.

Share This Page